Islamic Widget

Minggu, 15 Mei 2011

PROFIL Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc.


Di dunia geologi, nama Dr Ir Andang Bachtiar  MSc tak asing lagi. "Geolog independen" ini moncer sampai ke dunia internasional. Nama mantan ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) tersebut juga makin sering disebut setelah musibah lumpur Lapindo terjadi. 

ADA berkah tersembunyi dalam musibah lumpur Porong. Publik kini menoleh kepada para geolog untuk menjelaskan semburan lumpur itu. Dr Ir Andang Bachtiar  MSc menyebut ada gejala the awakening of geologists (kebangkitan para geolog). Ilmu geologi menjadi dikenal luas. 

Andang, geolog berkelas internasional, itu pun kian bersemangat berbicara geologi (dia menyebutnya "berteriak") kepada publik. "Saya ingin meramaikan dunia geologi di Indonesia. Saya berniat menyosialisasikan apa itu geologi. Sebab, banyak yang tidak paham tentang geologi di sini," kata arek Malang itu saat bertandang ke Jawa Pos Jumat lalu.

Andang sendiri punya reputasi moncer. Jika Anda browsing di situs Google, Anda akan menemukan 582 situs web yang mengandung nama Andang Bachtiar . Memang tak semuanya memuat nama dia, namun sekitar separonya mencantumkan nama Andang. 

Kebanyakan adalah situs media massa yang memuat berita tentang musibah semburan lumpur panas Lapindo . Sisanya atau situs yang berkaitan dengan dunia geologi. Di situs-situs tersebut, dia banyak menyumbangkan pengetahuannya.

Di sela-sela kepadatan aktivitasnya menjadi konsultan minyak (termasuk menggarap order asing), Andang memang punya keasyikan berbicara kepada publik, membimbing mahasiswa S-1 dan S-2, serta menjelajah alam. Dengan keahliannya, dia terus berusaha memahami bumi. 

"Puncak kenikmatan saya adalah berbicara dengan bebatuan," katanya serius. "Puncak ilmu geologi memang ketika bumi berbicara kepada kita dan batu-batu menceritakan dirinya," tambahnya.

Andang dikenal sebagai mantan ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Dia memimpin IAGI selama dua periode, yakni 2000-2002 serta 2002-2005.

"IAGI dulu dipegang orang-orang tua dan kebanyakan dari kalangan birokrat. Setelah saya masuk, banyak anak muda yang memegang peran di IAGI," tutur ayah enam anak itu.

Kalau ungkapan Andang kerap puitis, memang jiwa seninya kuat. Arek Malang yang lahir pada Oktober 1961 tersebut dulu ingin menjadi seniman. Pada saat berumur 15 tahun, di Malang dia sudah mendirikan grup teater yang diberi nama Teater Putih. "Anak buah saya mahasiswa-mahasiswa," katanya. Dia pernah tidur sekamar dengan Emha Ainun Najib dalam momen pementasan teater di Surabaya.

Di antara 11 bersaudara anak pasangan mantan Rektor IKIP Malang Prof M.A. Ichsan dengan mantan guru SMA Lastri Padmi, anak nomor lima itu dikenal paling tidak bisa membantu pekerjaan rumah tangga. Dia bermain dan membaca melulu.
"Dulu saya sering dimarahi kakak-kakak saya karena begitu bangun tidur langsung membaca. Hobi saya memang maca, dolin (membaca, keluyuran). Tapi, berkat suka membaca, saya menjadi lulusan terbaik di SMA," ungkap Andang mengenang masa remajanya.

Setelah lulus dari SMAN 3 Malang pada 1977, dia mengatakan kepada ayahnya, ingin meneruskan pendidikannya di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Namun, sang ayah mengatakan ke IKIP Malang saja. Setelah lolos seleksi di sastra Inggris, Andang tergoda temannya masuk ITB. Dia masuk pada 1978. "Saya itu sebenarnya nggak suka bidang teknik. Masuk ITB, bingung, mau milih teknik elektro, tapi nggak suka," katanya.

Ketika dalam keadaan bingung memilih jurusan itulah, Andang melihat sejumlah mahasiswa gondrong di salah satu pojok kampus ITB. "Enak sekali, mereka nyanyi-nyanyi terus…" kenangnya lantas tertawa. Ternyata, mereka mahasiswa geologi.

Meski dia memilih secara awur-awuran, bidang geologi akhirnya membuat Andang jatuh cinta berat. Lulus dari ITB, dia meniti karir di perusahaan pertambangan asing Hafco. Setahun setelah bekerja di sana, dia menikahi pujaan hatinya, Retno Pamedarsih Retno, wong Solo kelahiran 1960 yang merupakan junior Andang di ITB. Retno di jurusan seni rupa.

Pernikahannya dengan Retno membuahkan enam anak. Nama-nama anak mereka juga berbau seni dan geologi. Anak pertama, dia namai Gesit Mutiara, 20. "Dia lahir waktu saya mengalami blow out di pengeboran minyak di Lapangan Mutiara, Kalimantan," kisahnya.

Kemudian, yang kedua Hening Wangilalang, 16. Nama itu didapatkan ketika dia sedang berpacaran di Bukit Dago nan hening penuh bau ilalang. Lalu, Lintang Larasati, 13, nama puitis. Iban Getarjati, 11, nama yang dipilih ketika dia berada di lokasi prospek pengeboran di kawasan Dayak Iban di Kalimantan. Langit Jiwa Penyaksi, 9, nama puitis. Yang terakhir Jemari Angin Mahat Bumi, 5.

"Nama Jemari itu saya dapatkan waktu sedang menyusun disertasi (program master) di ITB. Waktu itu saya ditemani foto angin di daerah Colorado yang tengah mengikis bebatuan," kenangnya.

Andang pernah bekerja cukup lama di perusahaan minyak Hafco. Pengusaha minyak, seperti Hilmi Panigoro, adalah mantan rekan sejawatnya.

Ketika di Hafco, dia membuat jurnal harian yang detail hingga saat blow out, laporannya itu dijadikan dasar untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan relief well. "Sampai CEO Hafco datang sendiri untuk menemui saya (untuk berterima kasih)," kata Andang.

Setelah 17 tahun di Hafco, dia memutuskan keluar dan memilih aktif sebagai geolog independen. Dia pun "merdeka" dengan menjadi konsultan minyak. Dia menyebut rate-nya USD 1.500 per hari. Tapi, untuk aktivitas "membantu" negara, dia tak hitungan. Seperti, menjadi pakar di Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas atau membantu auditing migas pemerintah. 

Andang pun bebas berkelana. Dia pernah menggigil saat meneliti batu bersalju di Iran. Juga, pernah dirubung lalat (yang dia maklumi, karena panjang usia lalat itu hanya tiga hari) di tengah gurun Australia. Dia juga berkelana ke berbagai kawasan di Timur Tengah dan Asia Tengah. Selain itu, dia berbicara di berbagai forum, seperti workshop soal lumpur Sidoarjo di Flinders University bulan lalu.

Banyak di antara kunjungannya itu, dia didampingi istri tercinta yang berperan pula sebagai dokumentator dengan kamera. "Kalau ada order di luar negeri, saya bilang harus ada dua tiket serta kamar hotel dengan big sized bed. Biasanya mereka (yang mengundang) mau. Kalau tidak, saya mending tidak berangkat," tuturnya

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc.

TTL : Malang, 7 Oktober 1961

Riwayat Pendidikan :
·         S1 Jurusan Geologi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984
·         Master of Science dalam bidang geologi dari Geology Department Colorado School of Mines, Golden, Colorado USA pada tahun 1991.
·         Doktor dari Institut Teknologi Bandung April 2004 dengan judul desertasi Kerangka Stratigrafi Sekuen Dan Karakter Batuan Induk Miosen Awal Di Cekungan Kutai Hilir, Kalimantan Timur.

Riwayat Pekerjaan :
Sejak 1984 Andang Bachtiar bekerja sebagai ahli geologi di perusahaan minyak Huffco Indonesia yang kemudian berubah namanya menjadi VICO Indonesia pada 1990 dengan daerah kerja di daratan Cekungan Kutai, Kalimantan. Berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari Jr. Geologist, Geologist II, Geologist I, Geologist, Sr. Geologist, Staff Geologist, Sr. Staff Geologist, sampai Specialist dijalaninya selama lebih dari 17 tahun di perusahaan tersebut. Bidang kerjanya mulai dari wellsite geologist, development geologist, petrophysicist, geochemist, petrographer, sedimentologist, field-geology & seismic operation, basin – modeler, regional geologist sampai ke prospect generator. Dengan sengaja dia memilih jalur professional teknis (bukan jalur manajemen) selama di Huffco/VICO Indonesia untuk lebih memantapkan penguasaan aspek teknis geologi eksplorasi minyak bumi. Pada tahun 2000 dia berhenti dari VICO Indonesia dan mendirikan konsultan geologi GDA Daya Ayfedha, dan sampai saat ini menjadi komisaris sekaligus tenaga ahli utama perusahaan konsultan tersebut; mengerjakan proyek-proyek studi eksplorasi dan portofolio ekonomi migas di Cekungan Kutai, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Selatan,  Sumatra Tengah, dan Timor; mengajar kursus dan menyelenggarakan ekskursi tentang Endapan Delta dan Fluvial; dan inventarisasi sumberdaya alam geologi di berbagai daerah kabupaten/kota di Indonesia.

Sumber : http://www.etti.co.id/Web/Dr%20Ir%20Andang%20Bachtiar.htm

1 komentar: