Islamic Widget

Kamis, 17 Februari 2011

Helicoprion, Makhluk Prasejarah Unik dari Zaman Triassic

Jika kita berpikir bahwa cryptid Jepang yang dikenal dengan nama Ningen itu aneh, maka apa yang anda pikirkan tentang makhluk yang satu ini? Hewan eksotik ini dikenal dengan nama Helicoprion, salah satu makhluk prasejarah yang pernah hidup hingga awal era Triassic.

Helicoprion masih kerabat dekat dari hiu, salah satu hewan yang mampu bertahan hidup hingga saat ini. Helicoprion diperkirakan bertahan hidup hingga awal era Triassic sekitar 225 juta tahun yang lalu, sampai akhirnya punah.



Ahli purbakala memperkirakan bahwa helicoprion merupakan salah satu hiu prasejarah yang memiliki struktur rahang yang unik. Dengan ukuran tubuh yang bisa mencapai 15 kaki, bisa dibayangkan jika hewan ini masih berkeliaran di laut di era modern ini.



Helicoprion Bessenovi
Jika kita lihat gambar dari Helicoprion, susunan giginya tampak berbeda dengan hiu pada umumnya,namun helicoprion memiliki kesamaan dengan kerabat dekatnya itu. Gigi - giginya juga akan tanggal dan akan digantikan dengan gigi yang baru. Gigi yang menyerupai seperti gergaji ini sangat tajam dan digunakan untuk membunuh mangsanya dengan mudah.



Para ahli beranggapan bahwa gigi - gigi yang terbentuk di rahang bawahnya bisa menghambat pergerakan dari hewan ini sendiri, karena jika hewan ini berenang dengan kecepatan tinggi, maka akan mempengaruhi keseimbangannya. Karena itu, para ahli menganggap bahwa helicoprion memangsa hewan - hewan kecil dan lunak. Beberapa ahli purbakala bahkan mengatakan jika makanan utama hewan ini adalah ammonites, sejenis kerang purbakala.







Meskipun gambar rekonstruksinya telah dirilis, tetapi saya merasa ada yang janggal dengan hewan ini. Jika kita lihat fosil yang ditemukan, tampak hanya bagian yang disinyalir rahang bawah helicoprion. Saya kembali heran, bagaimana para ahli purbakala itu merekonstruksi bentuk hewan ini hanya dengan penemuan satu fosil itu saja.



Rekonstruksi Fosil menurut forgetomori
Saya mencoba googling untuk mencari fosil helicoprion lainnya, sayangnya saya tidak dapat menemukannya. Semua gambar mirip, hanya berbeda ukuran gambarnya saja, jadi saya heran tentang bagaimana ahli purbakala itu merekonstruksinya.

Menurut saya, fosil yang diduga rahang bawah helicoprion itu mirip dengan fosil ammonites, sejenis kerang prasejarah, walaupun agak sedikit berbeda. Tetapi, saya bukan ahli purbakala, hanya pendapat dari seseorang yang awam dan penasaran tentang fosil hewan ini.





Bagaimana? mirip ndak?
Oh iya, hewan ini telah diidentifikasi klasifikasinya dalam sains, berikut datanya :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Chondrichthyes
Order : Eugeneodontida
Family : Agassizodontidae
Genus : Helicoprion
Spesies : H. ferrieri,H. sierrensis,H. nevadensis,H. davish,H. bessonovi (holotype),H. ergasaminon,H. mexicanus

Mungkin ini adalah salah satu jenis hiu purbakala yang jarang diketahui publik. Jika hewan ini benar - benar pernah eksis di bumi, maka hiu ini adalah hiu paling unik yang pernah hidup. 


Sumber : http://www.whooila.com

Kumpulan Surat dan Stempel Nabi Muhammad S.A.W

Al-Qura’n turun melalui Jibril as kepada Nabi saw bukan dengan tulisan tapi dengan lisan. Bahkan ayat pertama yang turun kepada beliau bukan “Uktub” atau “Tulislah” tapi ayat pertama turun berbunyi “Iqra’” artinya “Bacalah”. Dari salah satu mu’jizat Nabi saw yang terbesar adalah bahwa beliau itu buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi kenapa wahyu yang turun kepada beliau dari Allah baik melalui Jibril atau langsung bisa diterimanya? Karena ingatan dan hapalan Nabi saw super hebat, luar biasa tidak bisa disamakan dengan ingatan dan hapalan orang orang biasa. Maka semua wahyu yang dibacakan Jibril as yang turun dari Allah kepada beliau bisa langsung melekat di ingitan Nabi saw tidak bisa terlepas lagi.

Jelasnya, kalau ada orang mengatakan bahwa Nabi saw itu pintar menulis berarti dia tidak mengetahui sejarah Nabi saw atau berarti dia telah melecehkan Islam. Orang pintar pada masa Nabi saw bukan orang yang pandai menulis tapi yang hebat pada zaman itu adalah orang yang hapalannya kuat. Kalau begitu menulis bukanlah budaya orang Arab. Orang Arab di masa itu merasa malu jika diketahui ia pandai menulis. Karena mereka mengandalkan diri mereka kepada hapalan. Orang yang pandai menulis berarti hapalannya tidak kuat.

Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya. Contohnya setalah wafatnya Nabi saw, para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal penghapal agar mu’jizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka atau sehabis para penghapal itu wafat. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” al-Hijr 9.

Begitu pula hadist hadist Nabi saw yang diriwayatkan atau disampaikan dengan lisan memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada riwayat yang disampaikan dengan tulisan. Walaupun demikian, Islam adalah agama terbuka dan menerima budaya yang datang dari luar, atau menerima cara orang lain selama budaya dan cara mereka itu baik tidak keluar dari rel rel syariat Allah. Contohnya adalah pengumpulan Al-Quran dan hadist-hadist Nabi saw, pembuatan surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia setelah Islam mulai kuat di Madinah dan mulai berkembang luas ke seluruh penjuru.

Banyak budaya dan cara orang lain masuk ke dunia Islam dan diterima semasih budaya dan cara itu bisa diterima kebenaranya. Contohnya setelah Rasulallah saw membuat surat surat kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia mengajak mereka masuk ke agama Islam, salah seorang sahabat mengatakan bahwa orang-orang kafir tersebut tidak mau menerima surat surat tanpa distempel lebih dahulu, maka Nabi saw memerintahkan para sahabat untuk membuatkan baginya stempel. Kemudian dibuatlah stempel berupa cincin yang berukiran kalimat “Muhammad Rasulullah“. Stempel ini dikenakan Nabi saw di tangan kanan beliau sampai beliau wafat.

Stempelnya:


Semua surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek robek oleh Khosrau. Rasulallah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat surat Nabi saw yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.

Di bawah ini terlampir 4 surat Nabi saw:

Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia):


Isi surat:
Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.

Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi):


Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64

Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia):


Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir):


Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dikimpoii Hassan bin stabit ra, sastrawan unggul pada zaman Nabi saw. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau. 


Sumber : http://www.whooila.com

Peraih Nobel Fisika yang Punya Nilai Merah pada Pelajaran Fisika

Berikut ini merupakan cerita yang menarik dari Prof Koshiba. Semoga bisa memotivasi kita semua....




Selama beberapa tahun terakhir tempat kediaman Prof.Masatoshi Koshiba di Tokyo, Jepang selalu diserbu oleh para wartawan yang ingin bersama-sama menunggu kabar dari Stockholm, Swedia yang memberitahukan bahwa profesor kebanggaan bangsa Jepang itu telah memenangkan Nobel Fisika. Selama beberapa tahun pula berita kemenangan yang mereka tunggu-tunggu itu tidak kunjung datang.

Hari itu, 8 Oktober 2002, sekitar 20 wartawan tetap menunggu dengan sabar di kediaman Koshiba seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan berita yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang. Nobel Fisika tahun 2002 dihadiahkan kepada Masatoshi Koshiba dan Raymond Davis, Jr. (atas penemuannya di bidang astrofisika berkaitan dengan pendeteksian neutrino kosmis), dan Riccardo Giacconi (juga di bidang astrofisika, berkaitan dengan penemuan sumber-sumber sinar-X kosmis).

Masatoshi Koshiba lahir di kota Toyohashi, Jepang, pada tanggal 19 September 1926. Ia mengenyam pendidikannya di sebuah sekolah menengah atas di Yokosuka, yang juga merupakan tempat Perdana Menteri Junichiro Koizumi bersekolah. Koshiba remaja bercita-cita untuk bergabung dengan sekolah militer (mengikuti jejak ayahnya), atau menjadi seorang musisi (ia senang mendengarkan musik klasik dan membaca novel-novel bersejarah). Tetapi satu bulan sebelum ia mengikuti ujian masuk sekolah militer Koshiba terserang penyakit polio yang memaksanya untuk banyak berbaring dan beristirahat. Masa-masa pemulihannya dilalui dengan membaca buku tentang ide-ide besar fisikawan terkenal, Albert Einstein, yang diberikan oleh gurunya.

Tetapi keputusannya untuk mendalami fisika justru dipicu oleh kata-kata guru lain yang tidak sengaja didengarnya. Menurut guru itu, Koshiba tidak mungkin bisa mempelajari dan memahami fisika karena nilai-nilainya di mata pelajaran eksakta itu sangat buruk. Komentar inilah yang membuat Koshiba memilih jurusan fisika di Tokyo University. Saat pertama kali ia mendaftar di Tokyo University, Koshiba mendapatkan penolakan yang membuatnya mencoba kembali untuk kedua kalinya.

Usahanya yang pantang menyerah itu pun membuahkan hasil. Koshiba mulai mempelajari fisika di Tokyo University sambil melakukan pekerjaan sampingan untuk membantu membiayai kehidupan keluarganya. Kesibukannya mencari nafkah itu hampir saja menggagalkan usahanya dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Saat itu ia tidak memiliki banyak waktu untuk hadir di setiap kuliah, bahkan dalam satu minggu ia hanya mempunyai waktu untuk mengikuti satu kuliah saja. Dengan kondisi seperti itu tidak ada yang menyangka bahwa Koshiba akan berhasil lulus (1951). Berbeda dengan riwayat para pemenang Nobel lainnya, yang biasanya mencatatkan prestasi akademis yang menakjubkan, Koshiba justru lulus dengan nilai terendah. Namun hal ini tidak membuatnya putus asa dalam mencoba mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Koshiba kemudian mendaftarkan diri ke University of Rochester, Amerika Serikat, dengan berbekal surat rekomendasi dari dosennya di Tokyo University yang secara jujur menyatakan: His results are not good, but he’s not that stupid. Ia diterima di University of Rochester dan mendapatkan gelar Ph.D. di sana pada tahun 1955. Pada tahun 1958 Koshiba kembali ke Tokyo University untuk bekerja di sana sampai 31 Maret 1987, sebelum pindah ke Tokai University sampai ia pensiun di tahun 1997.

Koshiba yang sewaktu lulus dari Tokyo University mendapatkan nilai terendah akhirnya menjadi profesor fisika di tempat yang sama. Satu bulan sebelum ia mengakhiri masa kerjanya di Tokyo University (23 Februari 1987), Koshiba berhasil membuktikan keberadaan partikel elementer yang disebut neutrino, yang jejaknya dideteksi menggunakan detektor Kamiokande (untuk menghasilkan ledakan supernova) yang dirancang dan dibuatnya sendiri.

Penemuannya ini melahirkan bidang penelitian baru yang sangat penting dalam astrofisika, yaitu astronomi neutrino. Selain hadiah Nobel Fisika, penemuannya ini juga telah menganugerahinya berbagai penghargaan lain di dunia internasional, seperti Der grosse Verdienstkreutz dari presiden Jerman Barat, Order of Cultural Merit dari Kaisar Jepang, dan Wolf Prize dari president Israel. Koshiba juga terdaftar sebagai anggota American Physical Society, Physical Society of Japan, dan Japanese Astronomical Society. 

Alasan Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan dan Minuman


Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam. 
Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkan lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”

Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa’id al-Khudri radliyallah ‘anhu, Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum.” (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.”

Dalam Zaadul Ma’ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?

Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, “Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu.” (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur’an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).

Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan.

Dari sini juga semakin jelas hikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Rabu, 16 Februari 2011

Masuk Islamnya Sang Pakar Geologi dari Jerman Prof. Alfred Kroner

“Negeri-negeri Arab akan kembali menjadi dataran
berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai,” (Prof.
Alfred Kroner, Pakar Geologi).


Pendahuluan
Prof. Alfred Kroner merupakan seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka di dunia, dari Departement Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz-Jerman. Lingkungan Eropa yang sekuler itu telah membuatnya menjadi seorang ateis yang tidak beriman terhadap agama-agama samawi.

Kisah Keislamannya
Prof. Alfred Kroner menghadiri seminar geologi di Fakultas Ilmu Bumi di King Abdul Aziz University Arab Saudi. Di sana dia bertemu dengan salah seorang da’i muslim yang bernama ‘Abdul Majid az-Zindani. Da’i itu mengajukan beberapa pertanyaan kepada Prof. Alfred:

‘Abdul Majid az-Zindani:   Tahukah anda bahwa jazirah Arab tadinya adalah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir? (Padang pasir yang anda lihat itu dulunya merupakan daerah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir, Mahasuci Allah!)


Prof. Alfred Kroner:   Permasalahan hal ini telah diketahui dunia dan merupakan fakta ilmiah yang tidak mungkin diabaikan. Para ilmuwan geologi mengetahuihal itu. Jika anda menggali tanah, maka anda akan menemukan peninggalan-peninggalanyang menunjukan kebenaran itu. Buktinya banyak sekali, salah satunya adalah peninggalan-peninggalan yang ditemukan di bawah bebatuan.

‘Abdul Majid az-Zindani:  Apakah anda punya bukti bahwa jazirah Arab akan kembali menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai?

Prof. Alfred Kroner:   Itu adalah suatu kebenaran yang sudah kami ketahui. Kami para pakar geologi telah mengukur dan menghitungnya. Kami dapat memperkirakan kapan itu akan terjadi, tidak lama lagi.

‘Abdul Majid az-Zindani:  Mengapa biasa demikian??

Prof. Alfred Kroner:   Karena kami dulu telah mempelajari sejarah bumidan kami menemukan bahwa dia melewati beberapa fase. Di antaranya fase-fase tersebut ada satu periode yang dikenal dengan “era salju” (snow age).

‘Abdul Majid az-Zindani:  Apa yang dimaksud dengan “era salju”?

Prof. Alfred Kroner:   Maksudnya adalah, sebagian besar air berubah menjadi es dan berkumpul di kutub utara yang beku untuk kemudian bergerak perlahan-lahan ke selatan. Ketika bergerak ke selatan, tentu itu akan mempengaruhi cuaca pada tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini akan membuat semenanjung Arab menjadi dingin karena kedekatannya dengan daerah selatan. Maka ketika itu negeri-negeri Arab menjadi negeri-negeri yang paling subur dan hijau dengan sungai-sungainya yang mengalir. Saya sudah menghubungkan antara aliran-aliran sungai dan hujan di daerah Abha dengan yang terjadi di Eropa Utara.

Abdul Majid az-Zindani:   Iya, kami percaya itu.

Prof. Alfred Kroner:   Iya, sebab ini adalah fakta ilmiah yang tidak dapat dibantah.

‘Abdul Majid az-Zindani:   Anda bias dengarkan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Hari kiamat akan datang sampai negeri Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.”

‘Abdul Majid az-Zindani melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan: Siapa yang memberi informasi kepada Nabi Muhammad bahwa tanah Arab dulu kala adalah dataranber padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai??

Setelah berfikir, Prof. Alfred Kroner berkata:  Bisa jadi para ilmuwan Roma.

‘Abdul Majid az-Zindani bertanya lagi:  Lalu siapa yang memberi tahu Nabi Muhammad bahwa tanah Arab akan kembali menjadi daratanberpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai yang mengalir?*

Prof. Alfred Kroner:   Tentu dari yang mengetahui alam raya ini; Tuhan.

‘Abdul Majid az-Zindani:  Itu pendapat anda, Tulislah!

Lalu Prof. Alfred Kroner menulis:  “Fakta ilmiah yang saya temukan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah telah membuat saya kagum. Kami belum mendapatkan bukti atas kebenaran itu kecuali baru-baru ini melalui riset modern. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tidak mendapatkan informasi kecuali dari yang Mahatinggi.”

Pertemuan antara Prof. Alfred Kroner dengan da’i Islam ini hanya berlangsung selama dua jam setengah. Akhirnya sang profesor mengumumkan keislamannya.

Tanggung Jawab Ummat Islam di Hadapan Agamanya

Az-Zindani berkata: “Saudara-saudara yang terhormat, ini adalah keputusan ateis besar Jerman. Sebagai salah seorang dari kaum muslimin saya merasa bertanggung jawab terhadap agama ini. Saya melihat kebenaran telah membuka hati para ilmuwan besar hingga mereka masuk Islam. Mereka tidak hanya menjadi muslim, tetapi juga menulis kebenarn itu dalam karya-karya mereka. Jika terdapat usaha keras dari ummat Islam dan universitas-universitas Islam selama sepuluh tahun saja, maka sepertiga ilmuwan di bumi dalam jangka waktu sepuluh hingga lima belas tahun kedepan akan berasal dari kaum muslimin. Demi Allah, hanya dalam waktu dua jam setengah Prof. Alfred Kroner menyatakan keislamannya. Hal ini menunjukan bahwa terdapat satu akal, satu kebenaran, dan satu Tuhan. Sudah saatnya kita sebagai kaum muslimin bergerak dan berusaha. Sebab kita memegang kebenaran yang tidak ada kebatilan sedikit pun di dalamnya. Sungguh, zaman ini adalah zaman di mana segala sesuatu tunduk kepada ilmu pengetahuan. Namun sejak awal ilmu pengetahuan tunduk kepada Islam dan al-Qur’an yang benar.

Allah SWT berfirman:

سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (53)
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagimu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu,” (QS. Fushshilat: 53).


* Proses itu sekarang sedang terjadi. Era salju baru (new snow age) sebenarnya sudah dimulai, saat ini salju di Kutub Utara sedang bergerak perlahan-lahan ke selatan mendekati semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, di mana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.


Sumber : http://abiddeandalucia.blogspot.com/